Apa itu ASI eksklusif dan berapa lama anjuran WHO? Pelajari arti ASI eksklusif selama enam bulan, contoh hitung usia bayi, dan kapan perlu bertanya ke bidan.
ASI eksklusif adalah pemberian hanya ASI kepada bayi, tanpa tambahan air, susu lain, atau makanan lain, selama enam bulan pertama. WHO menganjurkan praktik ini untuk mendukung pertumbuhan bayi. Setelah enam bulan, MPASI mulai diberikan sambil tetap menyusui. Menyusui dilakukan sesuai permintaan bayi, tanpa jadwal yang kaku.
Bayi lahir pada 1 Mei 2026. Periode ASI eksklusif 6 bulan berakhir pada 1 November 2026. Selama periode ini, bayi mendapat ASI saja. Pada 1 Agustus 2026, bayi berusia tiga bulan, dan masa ASI eksklusifnya masih berjalan. Usia bayi bisa dicek dengan kalkulator frekuensi menyusu di Hitung Sehat. Tanggal ini hanya contoh hitung dan tidak menunjukkan jadwal menyusu. Jika ada pertanyaan tentang menyusui, bidan atau dokter anak adalah tempat bertanya yang tepat.
ASI eksklusif berarti bayi hanya mendapat ASI, tanpa air, susu lain, atau makanan tambahan, selama enam bulan pertama.
WHO menganjurkan pemberian ASI saja selama enam bulan pertama. Setelah itu MPASI diberikan sambil menyusui sampai dua tahun atau lebih.
Menurut WHO, ASI eksklusif dianjurkan sampai bayi berusia enam bulan. Pemberian MPASI dimulai setelahnya.
Bisa, misalnya dengan ASI perah atau menyusu di sela waktu kerja. Bicarakan rencana ini dengan bidan atau dokter.
ASI eksklusif berakhir ketika MPASI mulai diberikan pada usia sekitar enam bulan. Setelah itu, ASI tetap diteruskan sesuai permintaan bayi.
Artinya bayi disusui kapan pun ia menunjukkan tanda lapar, siang maupun malam, tanpa jadwal yang kaku.
Hasil ini estimasi untuk perencanaan. Hasil ini tidak dimaksudkan sebagai diagnosis. Untuk keputusan kesehatan, konsultasikan ke dokter, bidan, atau tenaga kesehatan.
Anjuran ASI eksklusif enam bulan mengikuti rekomendasi WHO. Kalkulator frekuensi menyusu hanya memakai usia bayi.
Kalau ada kalkulator atau fitur kesehatan yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.