Bagaimana cara menghitung denyut jantung maksimal dengan rumus Tanaka? Pelajari langkah hitungnya, contoh usia 30 tahun, dan hubungannya dengan zona latihan.
Denyut jantung maksimal adalah perkiraan jumlah denyut tertinggi per menit saat berolahraga sangat berat. Angka ini dipakai sebagai dasar untuk menentukan zona latihan, yaitu rentang intensitas dari ringan sampai berat. Denyut maksimal sebenarnya berbeda pada tiap orang, dan perkiraan dari usia bisa meleset cukup jauh. Orang dengan penyakit jantung sebaiknya bertanya ke dokter sebelum latihan berat.
Cara menghitung denyut jantung maksimal untuk usia 30 tahun. Denyut maksimal = 208 - 0,7 × 30 = 208 - 21 = 187 denyut per menit. Jika batas zona ringan dihitung 60 persen, hasilnya 0,6 × 187 = 112 denyut per menit. Angka ini perkiraan, dan denyut jantung nyata bisa lebih tinggi atau lebih rendah. Zona latihan dihitung dari angka ini, sehingga kesalahan kecil pada denyut maksimal ikut memengaruhi zona.
Denyut maksimal umumnya menurun seiring bertambahnya usia, sehingga rumus memasukkan usia sebagai faktor utama.
Rumus Tanaka dibuat dari hasil banyak studi, sehingga sering dianggap lebih baik. Meski begitu, hasilnya tetap perkiraan untuk tiap orang.
Zona adalah rentang denyut jantung dari ringan sampai berat, dihitung sebagai persentase dari denyut maksimal.
Perkiraan ini bisa kurang tepat pada sebagian orang. Jika punya penyakit jantung atau ragu, konsultasikan ke dokter.
Hasil ini estimasi untuk perencanaan. Hasil ini tidak dimaksudkan sebagai diagnosis. Untuk keputusan kesehatan, konsultasikan ke dokter, bidan, atau tenaga kesehatan.
Rumus Tanaka berasal dari Tanaka, Monahan, dan Seals (2001) di Journal of the American College of Cardiology.
Kalau ada kalkulator atau fitur kesehatan yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.