Cara mengukur lingkar pinggang yang benar, dari titik ukur sampai kesalahan umum. Pelajari artinya dan catat hasilnya untuk dipantau dari waktu ke waktu.
Lingkar pinggang adalah ukuran lilitan perut pada titik yang paling kecil di antara tulang rusuk paling bawah dan tulang pinggul. Ukuran ini dipakai untuk melihat lemak yang menumpuk di area perut. Lingkar pinggang melengkapi BMI, karena dua orang dengan BMI sama bisa punya sebaran lemak tubuh yang berbeda. Hasilnya hanya gambaran kasar dan tidak menunjukkan penyakit tertentu.
Seseorang mengukur lingkar pinggangnya 88 cm dengan pita ukur datar, lalu mencatat angka itu bersama tanggalnya. Tiga bulan kemudian, ia mengukur lagi dengan cara yang sama dan mendapat 85 cm. Selisihnya 88 - 85 = 3 cm. Kedua angka ini bisa dibandingkan karena posisi dan cara ukurnya sama. Untuk menilai rasio, angka ini perlu dibagi dengan lingkar pinggul di kalkulator rasio pinggang dan pinggul.
Lingkar pinggang adalah panjang lilitan perut pada titik ukur yang sudah ditentukan, dinyatakan dalam sentimeter.
Ukuran lingkar pinggang membantu melihat lemak perut, yaitu lemak yang berada di area perut. Lemak ini berbeda dari lemak di bawah kulit, dan angkanya tetap perkiraan.
Dalam praktik, keduanya sering dianggap sama, tetapi cara ukur lingkar perut bisa berbeda pada titik ukurnya. Samakan titik ukur setiap kali agar hasilnya bisa dibandingkan.
Bisa, asalkan memakai pita ukur datar dan cara yang sama setiap kali. Hasil dari rumah adalah perkiraan. Jika ukuran ini dibahas dalam pemeriksaan, tanyakan ke dokter apa arti angkanya untuk Anda.
Hasil ini estimasi untuk perencanaan. Hasil ini tidak dimaksudkan sebagai diagnosis. Untuk keputusan kesehatan, konsultasikan ke dokter, bidan, atau tenaga kesehatan.
Titik ukur mengikuti cara umum yang dipakai layanan kesehatan. Artikel ini tidak memuat angka batas risiko.
Kalau ada kalkulator atau fitur kesehatan yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.